Warning: Table './project_hk/dp_watchdog' is marked as crashed and should be repaired query: INSERT INTO dp_watchdog (uid, type, message, variables, severity, link, location, referer, hostname, timestamp) VALUES (0, 'php', '%message in %file on line %line.', 'a:4:{s:6:\"%error\";s:12:\"user warning\";s:8:\"%message\";s:227:\"Table './project_hk/dp_cache_filter' is marked as crashed and should be repaired\nquery: SELECT data, created, headers, expire, serialized FROM dp_cache_filter WHERE cid = '2:26d7d159d2964a28f7ed15479b551f84'\";s:5:\"%file\";s:45:\"/var/www/html/hutama_karya/includes/cache.inc\";s:5:\"%line\";i:25;}', 3, '', 'http://www.hutama-karya.com/en/node/6', '', '54.235.39.132', 1408793976) in /var/www/html/hutama_karya/includes/database.mysqli.inc on line 134

Warning: Table './project_hk/dp_watchdog' is marked as crashed and should be repaired query: INSERT INTO dp_watchdog (uid, type, message, variables, severity, link, location, referer, hostname, timestamp) VALUES (0, 'php', '%message in %file on line %line.', 'a:4:{s:6:\"%error\";s:12:\"user warning\";s:8:\"%message\";s:89893:\"Table './project_hk/dp_cache_filter' is marked as crashed and should be repaired\nquery: UPDATE dp_cache_filter SET data = '<p class=\\"Default\\">                             &n in /var/www/html/hutama_karya/includes/database.mysqli.inc on line 134
Pedoman Perilaku | PT. Hutama Karya

Pedoman Perilaku

                                           Pencapaian Skor GCG Tahun 2011

PT. Hutama Karya, menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance – GCG) dengan standar tinggi yang merupakan komitmen dari seluruh anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan. Prinsip-prinsip GCG perusahaan yang baik yaitu keterbukaan, akuntabilitas, pertanggung jawaban, Responsibility, Independensi, Fairness, kemandirian dan kewajaran telah tertanam dalam nilai-nilai perusahaan dan menjadi budaya perusahaan.Tujuan dari upaya peningkatan penerapan GCG di PT. Hutama Karya adalah, untuk memaksimalkan nilai perseroan dengan terlaksananya pengelolaan perseroan secara profesional dan mandiri, berlandaskan pada nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan ini juga termasuk memperkuat daya saing dan memperoleh kepercayaan dari berbagai pihak, memastikan terlaksananya tanggung jawab sosial perseroan terhadap stakeholders.

 

INFRASTRUKTUR GCG

PT. Hutama Karya telah memiliki kelengkapan berbagai kebijakan yang mengatur pelaksanaan GCG yang disusun sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dan mengacu pada berbagai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Perangkat GCG yang berlaku di PT. Hutama Karya adalah sebagai berikut :

Panduan Tata Kelola (Code of Corporate Governance) Merupakan panduan bagi manajemen dan seluruh jajaran PT. Hutama Karya dalam implementasi prinsip-prinsip GCG pada pelaksanaan kegiatan sehari-hari sehingga diharapkan hal ini akan dapat berdampak pada meningkatnya nilai perusahaan di mata pemangku kepentingan (stakeholders) perusahaan.

Panduan Perilaku (Code of Conduct) Merupakan pedoman bagi setiap individu di Perseroan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing. Panduan Perilaku tersebut berisi, antara lain, visi dan misi, komitmen dan praktik usaha Perseroan. Didalamnya juga dijabarkan nilai-nilai utama Perseroan, pedoman kerja organisasi, hubungan industrial, usaha dan pemerintah. Code of Conduct yang telah ditandatangani oleh seluruh pegawai.

Panduan bagi Komisaris dan Direksi (Board Manual) Board Manual yang mengatur hubungan kerja antara Direksi dengan Dekom. Merupakan acuan bagi komisaris dan direksi dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan pengelolaan perusahaan. Manual tersebut terdiri dari prinsip-prinsip dan tujuan utama dari GCG, organisasi perusahaan, akuntansi finansial, kontrol internal dan kebijakan perusahaan.

 

STRUKTUR GCG :

 

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ Perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dan memegang segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi atau Komisaris. RUPS berhak memperoleh seluruh informasi yang relevan tentang Perusahaan dan meminta pertanggung jawaban Dewan Komisaris dan Direksi yang berkaitan dengan pengelolaan Perseroan.

 

DEWAN KOMISARIS

Dewan Komisaris adalah organ utama perusahaan dengan tugas dan tanggungjawab secara mengawasi pengelolaan Perseroan dan memberikan nasihat kepada Direksi jika dipandang perlu demi kepentingan Perseroan. Dewan Komisaris bertanggung jawab memastikan agar Direksi dalam kondisi apapun memiliki kemampuan dalam menjalankan tugasnya. Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris PT. Hutama karya (Persero) selalu berpegang teguh kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, Anggaran Dasar Perseroan, panduan Bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board manual) dan Etika Dewan Komisaris yang telah disepakati.

 

Prinsip-prinsip yang dikembangakan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugasnya adalah:

  1. Dewan Komisaris akan melakukan pengawasan baik diminta atau tidak diminta oleh Direksi dan/atau Pemegang Saham.
  2.  Pengawasan yang dilakukan Dewan Komisaris tidak akan berubah menjadi pelaksanaan tugas-tugas eksekutif, karena pelaksanaan tugas-tugas eksekutif Perusahaan merupakan kewenangan Direksi.
  3.  Pengawasan yang dilakukan Dewan Komisaris dilaksanakan baik untuk keputusan yang sudah diambil (ex post facto) maupun terhadap putusan yang akan diambil (preventive basis)
  4.  Fungsi pengawasan dapat dilakukan oleh masing-masing Anggota Dewan Komisaris namun keputusan pemberian nasihat dilakukan atas nama Dewan Komisaris secara kolektif (sebagai Board) atau dilakukan bukan hanya dengan sekedar menerima informasi dari Direksi/RUPS, melainkan juga dapat dilakukan dengan mengambil tindakan-tindakan yang bersifat kolektif.
  5. Fungsi pengawasan adalah proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Dewan Komisaris berkomitmen tinggi untuk menyediakan waktu dan melaksanakan seluruh tugas Dewan Komisaris secara bertanggung jawab.

 

 

DIREKSI

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Direksi bertanggungjawab atas tercapainya kepentingan, maksud dan tujuan perseroan dengan tugas memimpin, mengurus dan mengendalikan perseroan atas dasar itikad baik dan tanggungjawab. Keanggotaan dan komposisi Direksi ditetapkan Pemegang Saham dengan kualifikasi personil yang memiliki integritas, keahlian, kompetensi dan reputasi yang memadai.Direksi membentuk struktur organisasi yang bertanggungjawab dalam mengelola perusahaan. Direksi dibantu oleh Kepala Satuan Pengawas Intern (KSPI), Sekretaris Perusahaan, dan struktural yang dibentuk berdasarkan kebutuhan.Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari SPI, auditor eksternal dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. Direksi mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Pemegang Saham melalui RUPS.

 

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI

Secara umum Direksi bertugas secara kolektif dalam melaksanakan tugas dilakukan pembagian tugas diantara Anggota Direksi. Direksi sebagai Organ Perusahaan (seluruh anggota Direksi secara kolektif) mempunyai wewenang pengurusan atas tugas yang secara khusus dipercayakan kepada seorang Anggota Direksi dan karenanya wajib melaksanakannya.Direksi Bertanggung Jawab dalam memenuhi Key Performance Indicator (KPI) yang jelas, lengkap, dan berimbang, baik dari aspek keuangan maupun nonkeuangan untuk menentukan pencapaian misi dan tujuan Perseroan sesuai dengan Statement Corporate Intent (SCI), Melaksanakan RJPP dan RKAP dengan penuh tanggung jawab, Membangun dan menanfaatkan teknologi informasi, menindaklanjuti temuan-temuan audit baik internal maupun eksternal dan melaporkannya ke Dewan Komisaris, melaporkan informasi-informasi yang relevan kepada Dewan Komisaris dan menyelenggarakan Rapat Umum

 

 

KOMITE AUDIT

Komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk membantu tugas Dewan Komisaris dalam menilai kecukupan sistem pengendalian internal, kecukupan pelaporan dan pengungkapan laporan keuangan serta tugas-tugas lain seperti yang tercantum dalam Piagam Komite Audit. Komite Audit diketuai seorang Anggota Dewan Komisaris, yang juga merangkap sebagai Anggota Komite Audit. Keanggotaan Komite Audit sekurang-kurangnya terdiri dari 1 (satu) orang Dewan Komisaris dan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota lainnya yang berasal dari luar Perusahaan.

 

WEWENANG KOMITE AUDIT

  • Untuk melakukan tugas-tugasnya Komite Audit berhak untuk mendapatkan akses secara penuh, bebas dan tidak terbatas terhadap catatan, karyawan, dana dan asset serta sumberdaya perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.
  • Komunikasi secara langsung dengan pihak terkait termasuk informasi, kegiatan operasional, keuangan dan manajemen Perusahaan.
  • Melakukan pengujian secara uji petik atau mengadakan inspeksi ke lokasi apabila diperlukan.
  • Melakukan koordinasi dengan Komite Manajemen Risiko.
  • Atas persetujuan Dewan Komisaris dapat mencari masukan dari para profesional diluar perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas atas beban perusahaan.

 

 

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT

  • Komite Audit memiliki tugas membuat Program Kerja Tahunan Komite Audit yang disahkan oleh Dewan Komisaris• Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan serta hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Satuan Pengawasan Internal
  • Membantu Dewan Komisaris untuk memastikan efektivitas peran dan pelaksanaan tugas Auditor Eksternal.
  • Mengevaluasi tindak lanjut atas temuan Auditor Eksternal.
  • Melakukan penelaahan atas efektifitas sistem pengendalian internal Perusahaan.
  • Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen serta pelaksanaanya.
  • Memberikan saran dan masukan atas permasalahan yang diajukan oleh Dewan Komisaris.
  • Melakukan penelaahan atas ketaatan Perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan.

 

 

KOMITE MANAJEMEN RISIKO

Komite Manajemen Resiko membantu Dewan Komisaris dalam menyusun kebijakan penilaian resiko dan pengelolaan resiko serta dalam mengkaji kecukupan, kelengkapan dan efektivitas penerapan proses-proses manajemen resiko yang dilakukan Perseroan, dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan-perbaikan yang dirasakan perlu, kepada Dewan Komisaris.

Komite Manajemen Risiko bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris dan bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugas serta dalam pelaporannya.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE RISIKO

  • Membuat program kerja tahunan yang disetujui oleh Dewan Komisaris PT. Hutama Karya (Persero).• Mengadakan evaluasi atas kebijakan dan strategi Manajemen Risiko yang disusun oleh Manajemen.
  • Melakukan evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan penyelenggaraan manajemen risiko termasuk proses awal, proses inti dan proses penunjang.
  • Mengevaluasi langkah langkah yang diambil oleh Direksi dalam rangka memenuhi ketentuan-ketentuan dari Pemegang Saham dan peraturan perundangan lain yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian, khususnya dalam aspek Manajemen Risiko.
  • Melakukan evaluasi terhadap permohonan atau usulan Direksi yang berkaitan dengan transaksi atau kegiatan usaha yang melampaui kewenangan Direksi, serta melaporkan hasil evaluasi tersebut kepada Dewan Komisaris.
  • Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.

WEWENANG KOMITE RISIKO

  • Untuk melakukan tugas-tugasnya Komite Manajemen Risiko berhak untuk mendapatkan akses secara penuh, bebas dan tidak terbatas terhadap catatan, karyawan, dana dan aset serta sumberdaya perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.
  • Komunikasi secara langsung dengan pihak terkait termasuk informasi, kegiatan operasional, keuangan dan manajemen Perusahaan.
  • Melakukan pengujian secara uji petik atau mengadakan inspeksi ke lokasi apabila diperlukan.
  • Melakukan koordinasi dengan Komite Audit.
  • Atas persetujuan Dewan Komisaris dapat mencari masukan dari para profesional diluar perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas atas beban perusahaan.

 

Rapat Komite Manajemen Risiko dilaksanakan sekurang kurangnya sekali dalam 1 (satu) bulan dan hasilnya harus dilaporkan secara tertulis kepada Dewan Komisaris PT. Hutama Karya (Persero). Di luar rapat berkala tersebut, Komite Manajemen Risiko dapat melakukan rapat sesuai kebutuhan dengan agenda yang disepakati bersama oleh anggota Komite Manajemen Risiko.

 

SEKRETARIS PERUSAHAAN

Sekretaris Perusahaan PT. Hutama Karya memiliki misi membantu Direksi dalam menyelenggarakan kegiatan korporat dan menjaga hubungan baik antara perseroan dengan regulator dan lembaga-lembaga lain, baik kalangan investor, masyarakat luas dan stakeholders lainnya. Selain itu, Sekretaris Perusahaan juga melaksanakan tugas-tugas lain yang dipercayakan Direksi sehubungan dengan peran sebagai pengelola informasi yang terkait dengan lingkungan bisnis Perseroan.

Dengan kedudukannya seperti itu, Perusahaan menyadari pentingnya peranan Sekretaris Perusahaan dalam memperlancar hubungan antara organ perseroan, hubungan antara perseroan dengan stakeholders serta dipenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembinaan hubungan baik dengan stakeholder, khususnya pemegang saham, akan sangat mendukung kelancaran bisnis dan pengembangan usaha perseroan.

 

SATUAN PENGAWAS INTERN

Satuan Pengawas Intern (SPI) sebagai salah satu unsur di dalam organisasi PT. Hutama Karya guna membantu manajemen sesuai fungsinya melalui current audit di dalam pengendalian dan pengawasan efektivitas kinerja perusahaan, sehingga apa yang menjadi tujuan dan sasaran perusahaan di tahun 2011 dapat dicapai sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan, sehingga di tahun 2011 kita dapat meningkatkan kinerja perusahaan kita dari tahun-tahun sebelumnya.

Unit SPI dipimpin oleh seorang Kepala dan bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama dan membawahi Departemen Pengawasan Keuangan serta Departemen Pengawasan Operasional. Kepala Satuan Pengawasan Intern bertanggung jawab atas akuntabilitas pelaksanaan tugas dan wewenang SPI, sehubungan dengan bantuan konsultasi internal bagi unit kerja lain, khususnya konsultasi mengenai pengawasan dan pengendalian; dan koordinasi dengan Komite Audit untuk mengevaluasi kinerja Perseroan dan menangani permasalahan hasil audit yang dilaksanakan oleh pengawas fungsional internal maupun eksternal.